Bengkahcity

Bengkah...sejarah... ..ibadah..tradisi....tokoh....kegiatan...keunikan.....kreatifitas....mitos.....dll.dibengkah..

Media Informasi Warga Bengkah

Kehidupan bengkah di masa kuno

    Kita ketahui bahwa bengkah sudah lama sekali berdiri sudah ratusan yang lalu.....
trs bagaimana sih kehidupan di waktu itu  enak kah .../...sedihkah/bagimana?
Inilah ceritanya
Menurut beberapa narasumber kami bahwa kehidupan di zaman penjajah belanda itu cukup makmur orang2 bisa makan cukup enak.berpakaian cukup rapi bahkan ...mrk semua hidup berdampingan dg warga belanda.dan bersosial bersama kita ketahui bahwa belanda sudah lama sekali menjajah indonesia tapi mrk sangat di sukai oleh warga pribumi .
   Akan tetapi ketika penjajah jepang datang warga bengkah sangat sedih dan sangat menderita karena semua yg di punyai warga di sita dan di jarah paksa oleh penjajah jepang, sehingga warga benar2 sangat menyedihkan kehidupanya mau makan adja susah banget bahkan mereka makan apa adanya yg seharusnya tidak layak di makan oleh manusia spt walur ,pohon lompongdll.yg dipikiran mrk yg penting bisa hidup.....masyaallah sungguh sedih.
Mengenai berpakain pun sangat miris mereka ada yang nggak berbalut kain merka hanya menutupi aurat pakai godong/daun pepohonan di sekitar .dan kalai yang ada berlebih bisa pakai karung untuk di pakai dan jaman dulu itu karung itu banyak sekali kutu yang menempel, kalau orang2 dukuh trsb mengatakan tumo kathok.
 tapi lambat laun kehidupan mereka membaik setelah tokoh ulama simbah dimyati datang yang membawa kebtalnya agama islam.karena sebelum itu mereka juga sudah beragama islam tapi ilmu nya masih minus .tapi dengan hadirnya tokoh ulama trs bengkah bisa di arah kan yg lebih baik...dan hingga sekarang.
Sebagaimna diketahui simbah H abdullah dimyati adalah ulama besar di DEMAK.
dan masih banyak pula kehidupan mereka jaman dulu yang penuh dengan mistik dimana ada beberap peristiwa yg sangat mengerikan spt pohon beringin yg sudah banyak memakan korban .menurut nara sumber  ..karena pohon beringin trsb  di tebang hingga akhirnya korban berjatuhan(krn ada penunggu pohon yang marah).setiap hari 3-4orang meninggal meraka mengatakan banjir bangkai ..itu berlangsung hampir 1bulan...ngeri banget.
itulah beberapa peristiwa kehidupan di masa dahulu mengenai warga rakyat dukuh bengkah.semoga cerita ini bisa di jadikan teladan bagi kita semua khusunya warga bengkah bahwa kehidupan jaman duhulu sangat jauh berbeda...perjuangan nenek moyang kita sangat2 hebat....tapi yang sekarang kita tinggal enaknya apa nggak bisa merawatnya?....coba di pikir!!!! .dan di pahami.!!!!!......
terimaksih semoga bermanfaat.amiin.

Dukuh bengkah

 Siapa sih yang nggak mengenali dukuh bengkah?pasti semuanya sangat mengenalnya karena di sana ada tempat wisatanya lebih detailnya inilah desa bengkah.
Dukuh bengkah adalah dukuh yg sangat unik ,gmn tidak ,desa tsb berada dalam perbatasan antara demak dan ungaran trs prbatasan juga karangawen dan mranggen.tepatnya bengkah itu berada diujung selatan dari demak ...peta tepat nya selatan berbataaan dg ungaran yg dibatasi oleh hutan .trs sebelah barat berbatsan dg sumberejo(ber.kec mranggen)yg dibatsai dg sungai besar.dan sebelah utara berbatasan dg margohayu dan tempelsebelah timur berbtasan dg noreh dan sambak.
Dukuh BENGKAH itu berkelurahan WONOSEKAR dan ber kecamatan KARANGAWEN ber kabupaten DEMAK ber provinsi JAWATENGAH berkebangsaan INDONESIA.
desa bengkah itu banyak sekali kultur budaya yg sangat unik dan juga mempunyai pariwisata yg bagus hanya saja kurang terurus.
Spt peninggalan belanda spt lori .kemantren .bahkan yg sangat aneh dan bagai di telan bumi adalah kerajaan ngeSYIAM .
Dan bengkah pun punya tokoh ulama besar yaiti simbah H ABDULLAH DIMYATI.dan juga ada masjid kayu yg menyerupai masjid kota di demak sebelum di renovasi.
Dan yg terbaru adalah bangunan waduk(bendungan) semasa pak presiden soeharto.waduk/bendungan tersebut ada dua sebelah barat dan timur.
Dan banyak pula kultur budaya yang belum ter urai...spt acara mapak tanggal di akhir dan awal th hijriyah.....ada pula mauludan dan rajabiahan yg berbda carnya dg yg lain.
Dan bengkah pun di lingkari belah dan di lingkari oleh sungai yg menyerupai lingkaran ular.
itulah singkat cerita desa/dukuh bengkah.
Dan ini ringkasan nya
BENGKAH.WONOSEKAR.kec karangawen.kab.demak.
Bengkah mempunyan 3RW dan 12rt.yaitu:
Rw.11...12...13...1rw ada 4rt.....
Dan mayoritas warga bengkah adalah seorang petani biasa .
Itulah desa bengkah semoga ber manfaat

Tradisi unik....mapak tanggal akhir awal th hijriyah.di bengkah

DEMAK - Untuk menyambut Tahun baru yang istilahnya Mapak Tanggal berasal dari kata Mapak yang berarti menjemput dan tanggal yang berarti hari/tanggal hanya berlaku untuk tahun baru islam atau hijriyyah.

Dalam era modern ini ternyata tradisi mapak tanggal tersebut masih kental dan dilestarikan oleh masyarakat Dusun Bengkah, Desa Wonosekar Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak.

Seperti biasa menjelang Sholat Ashar, 30 Dzulhijjah masyarakat berbondong kemusholla dan masjid terdekat sambil membawa berkat bisanya berisi nasi, gudangan dan yang paling penting ada telur rebus.

Acara berjalan di depan Masjid dan Musholla atau di tanah lapang, selanjutnya berdoa bersama membaca doa pembuka tahun dan tahlilan, lanjut dengan ceramah atau nasihat dari kiai yang sangat di tunggu tunggu oleh masyarakat ditutup dengan doa dan makan berkat bersama."Pokoke ing  akhir tahn dosa kabeh dingauro karo gusti Allah," Tausiyah singkat Kyai Junaidi sebelum menutup acara.

Kasturi selaku tokoh pemuda sangat senang dengan adanya acara seperti ini, harapanya tradisi ini tidak punah.”Ahhh jadi teringat dulu saat kecil, seneng banget, ketika rebutan telur. Dulu tempat nasinya belum berupa bakul,tapi banyak yg bawa kendil dan juga .anyaman terbuat dari bambu (ancak),” ujar Kasturi tokoh pemuda setempat.


Menurutnya, inilah tradisi Nusantara jangan pernah ditinggal sehingga tidak punah walau diterjang segala hiruk pikuk masalah yang menghantam, hujanan fitnah dan caci maki karena dulu para wali menyebarkan agama dengan cara sepeti ini,”Ini cara yang indah dan santun harus dijaga dan dilestarikan,” harapnya.

Ditambahkan, kulturasi budaya Jawa dengan Islam perlahan melebur tanpa sedikit gesekan, tanpa perang kaum Jawen dan Budha pada saat itu berlahan masuk Islam dengan iklhas.”Inilah budaya kita, budaya Nusantara semoga terus bertahan dan jangan pernah sirna,” harapnya. (EKS/01)